"Blue chip" sering dipakai sebagai jaminan mutu. Padahal tidak ada daftar resmi blue chip, tidak ada bursa yang mengeluarkan sertifikat itu, dan banyak saham yang dulu disebut blue chip sekarang berada jauh dari puncaknya. Bagi saya istilah ini cuma kata ringkas untuk saham besar, likuid, dan diperhatikan banyak pihak. Tiga ciri itu bisa diperiksa dengan angka, jadi kita periksa.
Tidak ada daftar resmi, tapi ada proxy yang bisa dicek
Yang paling sering dipakai sebagai proxy adalah keanggotaan indeks, misalnya LQ45 dan IDX30. Anggotanya dipilih berdasarkan likuiditas (nilai transaksi), kapitalisasi pasar, dan kriteria lain, dan dievaluasi berkala (LQ45 ditinjau setiap enam bulan). Artinya status "blue chip" versi indeks bisa berpindah. Saham yang masuk hari ini bisa keluar pada peninjauan berikutnya, dan sebaliknya.
Kebiasaan buruk: memakai daftar blue chip dari artikel lama. Daftar itu cepat basi. Rujukan yang benar adalah pengumuman komposisi indeks terbaru dari bursa.
Apa yang sebenarnya diberikan label ini, dan apa yang tidak
Yang diberikan: likuiditas. Anda bisa masuk dan keluar dalam jumlah besar dengan spread tipis. Contoh hipotetis: saham dengan transaksi harian Rp500 miliar dan harga Rp5.000 (tick Rp25 = 0,5%). Posisi Rp100 juta hanya 0,02% dari transaksi sehari, nyaris tidak menggeser harga. Pada saham tipis, posisi yang sama bisa menjadi pasar itu sendiri.
Yang tidak diberikan:
- Perlindungan dari penurunan. Saham besar bisa turun 30% sampai 50% pada pasar yang jatuh. Hanya saja turunnya umumnya lebih teratur dan bisa dieksekusi.
- Valuasi yang murah. Saham besar bisa terlalu mahal juga. Label tidak berhubungan dengan harga yang layak.
- Kualitas selamanya. Fundamental berubah: pergantian regulasi, utang yang membengkak, tata kelola. Reputasi bertahan lebih lama daripada fundamentalnya.
Contoh hitungan: kenapa "aman" tetap bisa rugi lama
Bayangkan saham besar hipotetis yang turun 40% dari puncaknya. Untuk kembali ke harga puncak ia butuh naik 66,7% (karena 60 harus menjadi 100). Jika naiknya 8% per tahun, itu butuh sekitar 6,6 tahun. Hitungannya: ln(1,667) / ln(1,08) = 0,511 / 0,077 = 6,6. Beli di dekat puncak, tahan saham bagus, tetap bisa menunggu bertahun-tahun. Pemilik yang menghitung ini sebelum membeli biasanya menentukan ukuran posisi lebih hati-hati (lihat artikel position sizing).
Cara menganalisis saham besar berbeda dari saham kecil
- Informasi lebih cepat terserap. Banyak analis dan institusi memantau, jadi peluang menemukan "anomali" kecil. Keunggulan tidak datang dari informasi, tapi dari disiplin.
- Pola volume lebih bermakna. Transaksi besar dan banyak partisipan membuat data volume lebih dapat dipercaya daripada di saham tipis. Lihat pembahasan volume.
- Dipengaruhi aliran dana asing dan indeks. Saham besar sering bergerak karena faktor seperti rebalancing indeks atau aliran asing, yang tidak ada hubungannya dengan kinerja perusahaan sehari-hari.
- Dividen berperan besar. Pada saham besar yang stabil, dividen bisa menjadi komponen return yang cukup berarti di samping kenaikan harga. Cek riwayat pembayarannya sendiri, jangan hanya mengandalkan kabar.
Kapan label blue chip menyesatkan
- Setelah perusahaan keluar dari indeks atau fundamentalnya memburuk, namun orang masih menyebutnya blue chip karena kebiasaan.
- Saat Anda memakai label untuk membenarkan membeli tanpa melihat harga atau ukuran posisi.
- Ketika Anda mengira likuid selamanya. Pada hari panik, spread bisa melebar bahkan di saham besar.
Pemakaian praktis di MESSE
Saya memakai kapitalisasi dan nilai transaksi sebagai filter likuiditas, lalu menyajikan Final Score untuk saham-saham itu dengan keandalan data yang lebih baik. Hubungan antara ukuran perusahaan dan market cap dibahas di artikel market cap, dan metode skor di metodologi. Anda bisa melihat skor saham besar lewat akun gratis. Semua angka di atas hipotetis; tulisan ini edukasi dan bukan rekomendasi saham.
Disclaimer: MESSE adalah alat analisis data dan edukasi, bukan Penasihat Investasi berizin OJK, dan tidak memberikan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan efek tertentu. Skor dan level dihasilkan otomatis dari data historis yang dapat tertunda atau tidak akurat. Investasi saham berisiko tinggi, termasuk kehilangan seluruh modal. Kinerja masa lalu dan hasil backtest tidak menjamin hasil di masa depan. Keputusan investasi sepenuhnya tanggung jawab pengguna.
Analisis Saham IDX Lebih Mendalam dengan MESSE
Skor Kondisi 17 Komponen · Unusual Volume Detector · Audit Portofolio · Update Harian
Mulai Gratis — Tanpa Kartu Kredit