"Bandar" dalam bahasa pasar kita berarti pihak besar yang mampu menggerakkan harga. Bandarmology adalah usaha membaca jejak mereka dari data. Di artikel ini saya mengerjakan bagian teknisnya: istilah dan hitungan dasar yang dipakai orang. Untuk batas kesimpulan yang sah dari semua hitungan itu, saya tulis terpisah di artikel batas bandarmology.

Empat istilah yang muncul di hampir semua diskusi

  • Net buy / net sell. Lot dibeli dikurangi lot dijual oleh satu broker pada satu saham dalam satu periode.
  • Akumulasi. Pengumpulan saham bertahap, biasanya diharapkan terjadi tanpa harga naik banyak.
  • Distribusi. Pelepasan saham bertahap, biasanya saat harga atau volume sedang tinggi sehingga mudah diserap pembeli.
  • Markup. Fase kenaikan harga setelah akumulasi, versi cerita klasiknya.

Empat fase ini membentuk narasi rapi: akumulasi, markup, distribusi, markdown. Pasar nyata jarang serapi itu, dan Anda hanya tahu fasenya setelah selesai.

Contoh hitungan konsentrasi

Contoh hipotetis, lima hari perdagangan saham ABCD. Total volume lima hari: 400.000 lot. Tiga broker teratas dengan net buy: 50.000, 30.000, dan 22.000 lot. Jumlah 102.000 lot, atau 25,5% dari volume. Lima broker teratas dengan net sell total 90.000 lot (22,5%).

Net buy 25,5% terpusat di tiga broker terlihat bermakna, tetapi bandingkan dengan sisi jual: kalau net sell 22,5% terpusat di lima broker, dua kelompok ini nyaris saling mengimbangi. Selisihnya hanya 3 poin persentase dari volume. Kesimpulan "ada akumulasi" yang bertumpu pada satu sisi saja berlebihan. Selalu hitung kedua sisi.

Perbandingan dengan pola volume yang saya pakai

Bagian dari kesulitan: data broker tidak selalu mudah diakses dan diolah untuk ratusan saham sekaligus. MESSE memakai pendekatan yang berbeda, yaitu pola volume dan harga harian: lonjakan volume terhadap rata-rata, aktivitas lot besar, dan konfirmasi harga. Ia bukan pengganti data broker, dan tidak mengklaim melihat siapa pelakunya. Tujuannya menyaring saham yang volumenya berperilaku tidak biasa agar layak diperiksa lebih lanjut. Lihat cara membedakan akumulasi dari likuiditas tipis.

Kesalahan umum pemula

  • Menganggap satu hari net buy besar sebagai akumulasi.
  • Mengikuti "broker favorit" tanpa mengecek berapa kali broker itu net buy lalu harga justru turun.
  • Mengabaikan saham tipis yang mudah dimanipulasi kesannya.
  • Mengira akumulasi pasti diikuti markup. Kadang akumulasi selesai dan tidak ada apa-apa.

Kapan metode ini gagal

Setiap kali data yang tersedia tidak bisa membedakan niat dari kebetulan: hari rebalancing indeks, saham dengan free float kecil, atau saat berita sudah tersebar luas. Pada kondisi itu, aktivitas besar tidak mencerminkan satu pihak berpengetahuan lebih. Perlakukan hasilnya sebagai hipotesis yang butuh konfirmasi harga dan ukuran posisi yang tetap kecil.

Pembahasan metode saya ada di metodologi, dan Anda dapat melihat skor pola volume per saham dengan akun gratis. Artikel ini edukasi, dengan angka hipotetis, bukan ajakan transaksi.

Disclaimer: MESSE adalah alat analisis data dan edukasi, bukan Penasihat Investasi berizin OJK, dan tidak memberikan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan efek tertentu. Skor dan level dihasilkan otomatis dari data historis yang dapat tertunda atau tidak akurat. Investasi saham berisiko tinggi, termasuk kehilangan seluruh modal. Kinerja masa lalu dan hasil backtest tidak menjamin hasil di masa depan. Keputusan investasi sepenuhnya tanggung jawab pengguna.

Analisis Saham IDX Lebih Mendalam dengan MESSE

Skor Kondisi 17 Komponen · Unusual Volume Detector · Audit Portofolio · Update Harian

Mulai Gratis — Tanpa Kartu Kredit