Harga saham Rp100 dan harga saham Rp10.000 tidak memberi tahu mana perusahaan yang lebih besar. Yang memberi tahu adalah market cap, dan ini adalah angka pertama yang saya cek sebelum memercayai analisis apa pun terhadap sebuah saham. Alasannya praktis: market cap menentukan seberapa mudah harga saham itu digerakkan.

Hitungannya: harga dikali jumlah saham beredar

Market cap = harga saham x jumlah saham yang beredar. Contoh hipotetis dua perusahaan:

Perusahaan MPerusahaan N
Harga per lembarRp100Rp10.000
Saham beredar50 miliar lembar500 juta lembar
Market cap100 x 50.000.000.000 = Rp5.000 miliar (Rp5 triliun)10.000 x 500.000.000 = Rp5.000 miliar (Rp5 triliun)

Harga N seratus kali M, tetapi nilai perusahaannya sama. Kesalahan paling umum pemula: menganggap saham Rp100 itu "murah" dan Rp10.000 itu "mahal". Harga per lembar hanya mencerminkan berapa kali perusahaan memecah atau menerbitkan sahamnya.

Free float: market cap yang bisa ditransaksikan

Angka di atas adalah market cap total. Tidak semua saham itu dijual ke publik. Pemegang saham pengendali, pemerintah, atau pihak terafiliasi sering memegang mayoritas dan jarang menjualnya. Bagian yang beredar di publik disebut free float.

Hitung: perusahaan M dengan market cap Rp5 triliun, free float 10%. Saham yang betul-betul bisa dibeli publik hanya senilai Rp500 miliar. Kalau transaksi harian rata-rata Rp2 miliar, itu sudah 0,4% dari free float sehari. Satu atau dua investor besar bisa membuat harga naik atau turun beberapa persen sendirian. Pada free float 40% (Rp2 triliun), efek yang sama jauh lebih kecil.

Karena itu, market cap total tanpa free float setengah informasi. Banyak indeks, termasuk indeks IDX, menimbang berdasarkan kapitalisasi free float, bukan total.

Large, mid, small: kategori yang berubah-ubah

Kategori large cap, mid cap, dan small cap tidak punya garis resmi tunggal di IDX. Berbagai sumber memakai batas berbeda dan menyesuaikannya seiring waktu, jadi hati-hati dengan tabel "kategori resmi" yang beredar. Cara yang lebih tahan lama: bandingkan terhadap populasi. Urutkan saham berdasarkan market cap hari ini, lalu lihat apakah saham Anda ada di 50 teratas, 200 teratas, atau jauh di bawah. Kita bahas sebagai peringkat, bukan sebagai angka rupiah yang kaku.

Kenapa ukuran penting? Hubungannya dengan perilaku:

  • Saham besar umumnya lebih likuid dan spread-nya tipis. Indikator teknikal bekerja lebih andal di sini.
  • Saham kecil bisa bergerak jauh lebih cepat dalam dua arah, tetapi juga lebih sulit keluar saat dibutuhkan, dan lebih mudah dikendalikan segelintir pihak.
  • Saham besar sulit naik berkali-kali lipat dalam waktu singkat, karena butuh aliran dana yang sangat besar.

Dua kesalahan hitung yang sering terjadi

Memakai jumlah saham lama. Setelah rights issue, stock split, atau penerbitan saham baru, jumlah saham beredar berubah. Menghitung market cap dengan jumlah lama membuat angkanya meleset. Contoh: split 1:5 membuat harga turun ke seperlima dan lembar naik lima kali; market cap seharusnya tetap. Bila data Anda tidak menyesuaikan salah satunya, market cap tampak berubah 5x.

Membandingkan market cap dengan nilai perusahaan. Market cap hanya nilai ekuitas menurut pasar. Perusahaan dengan utang besar nilainya (enterprise value) lebih besar dari market cap. Dua perusahaan dengan market cap sama bisa punya beban utang sangat berbeda. Market cap tidak bicara soal itu.

Kapan market cap tidak banyak membantu

  • Saham harga sangat rendah dengan jumlah lembar raksasa: market cap besar di kertas, tetapi likuiditas minim dan free float kecil. Lihat pembahasan saham gocap.
  • Perusahaan baru IPO: harga dan jumlah saham beredar yang dipakai bisa belum mencerminkan perdagangan yang stabil.
  • Menilai apakah sebuah saham murah atau mahal: market cap besar tidak berarti mahal, dan kecil tidak berarti murah. Untuk itu butuh perbandingan dengan laba, aset, dan arus kas.

Di mana ini relevan untuk MESSE

Kapitalisasi ikut menentukan bagaimana saya membaca modul lain. Pola volume pada saham besar dan kecil tidak bisa disamakan, dan Final Score untuk saham tipis perlu dibaca lebih hati-hati (lihat cara membaca Final Score). Informasi dasar tiap saham, termasuk kapitalisasi, tersedia lewat akun gratis. Hubungannya dengan kategori saham besar dibahas juga di artikel blue chip. Semua angka contoh hipotetis dan tulisan ini edukasi, bukan rekomendasi.

Disclaimer: MESSE adalah alat analisis data dan edukasi, bukan Penasihat Investasi berizin OJK, dan tidak memberikan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan efek tertentu. Skor dan level dihasilkan otomatis dari data historis yang dapat tertunda atau tidak akurat. Investasi saham berisiko tinggi, termasuk kehilangan seluruh modal. Kinerja masa lalu dan hasil backtest tidak menjamin hasil di masa depan. Keputusan investasi sepenuhnya tanggung jawab pengguna.

Analisis Saham IDX Lebih Mendalam dengan MESSE

Skor Kondisi 17 Komponen · Unusual Volume Detector · Audit Portofolio · Update Harian

Mulai Gratis — Tanpa Kartu Kredit